Saturday, July 21, 2018

Nasib Orang Yang Pernah Mengharumkan Nama Bangsa ini Tak Seindah Masa Jayanya

Orang-orang berikut ini bukanlah orang yang berbeda dengan kita, mereka adalah mansuia sama seperti kita, namun orang-orang berikut ini terlahir dengan bakat yang luar biasa, hingga bisa mengharumkan nama bangsa indonesia di dunia. Mereka menjadi atlet dari berbagai macam jenis olahraga, namun setelah mereka pensiun dari profesinya sebagai atlet, nasib mereka berubah dan berbanding terbalik dengan masa jayanya.

Sejatinya seorang atlet bagaikan seorang pahlawan, hampir sama seperti pahlawan namun seorang atlet berjuang demi indonesia bukan dengan menggunakan senjata selayaknya pahlawan zaman dulu, namun dengan cara mengharumkan nama bangsa indonesia dikanca dunia.


Nasib Orang Yang Pernah Mengharumkan Nama Bangsa ini Tak Seindah Masa Jayanya


Namun apa yang mereka dapatkan setelah mengharumkan nama bangsa tersebut tidak seperti apa yang kita bayangkan, banyak atlet yang kini telah pensiun dari profesinya malah memiliki profesi yang kurang pantas bagi seorang atlet yang telat mengharumkan nama bangsa ini.

Berikut ini adalah atlet atau orang-orang yang telah membawa nama besar bangsa Indonesia ke dunia namun nasibnya setelah pensiun sedikit miris :


Suharto (Balap Sepeda) 

Suharto adalah atlet balap sepeda nasional asal Surabaya yang kini justru berprofesi sebagai tukang becak. Ia pernah merebut medali emas pada SEA Games 1979 di Malaysia untuk nomor “Team Time Trial” jarak 100 kilometer, bersama tiga rekannya. Suharto juga sempat mewakili Indonesia di ajang Tour d'Thailand pada 1977 silam.

Namun kabar terbaru, kini Pak Suharto tidak lagi menjadi tukang becak, melainkan telah mengajar anak-anak jalanan untuk menjadi lebih hebat lagi dalam bersepeda. Ibu Risma selaku Walikota Surabaya telah melarang Pak Suhato untuk menarik becak lagi, dan menjadikan bapak Suharto untuk melatih anak-anak jalanan bersepeda.



Lenni Haeni (Dayung) 


Lenni bekerja sebagai buruh cuci dan serabutan usai pensiun. Sebagai atlet Lenni dulu pernah menyabet 20 medali untuk Indonesia. Di antaranya di SEA Games Jakarta 1997, ia menyabet 3 medali emas dan 1 medali perak. Sejak menjadi atlet, pendidikan Leni terbengkalai, meski dulunya sempat dijanjikan kehidupannya dijamin oleh KONI. Setelah lama hidupnya mengalami kesulitan, Lenni pernah menerima penghargaan dari pemerintah tahun 2013.



Jatmiko (Angkat Besi) 


Mantan juara lifter nasional yang kini jadi buruh pabrik. Selepas pensiun dari atlet, Djatmiko bekerja sebagai kuli di pabrik bambu, berjarak sekitar 50 meter dari Terminal Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.



Amin Ikhsan (Senam) 

Mantan pesenam nasional Amin Ikhsan, 42, harus hidup memprihatinkan setelah rumahnya di kawasan Kiaracondong, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung digusur oleh Pemkot Bandung pada Agustus 2015. Untuk hidup, mantan pesenam yang pernah berada di urutan ke-7 kejuaran Dunia tahun 2003 di Tokyo, Jepang ini harus menjual barang-barang rongsokan dari sisa bangunan yang telah dirobohkan. 



Anang Ma'ruf (Sepak Bola) 

Karena alasan ekonomi, mantan bek kanan Persebaya dan Timnas Indonesia di dekade 1990-an, Anang Ma'ruf menjadi pengendara ojek online. Saat bergabung dengan timnas, Anang Maruf tercatat pernah mempersembahkan medali perak di ASEAN Games 1997 dan medali perunggu pada ASEAN Games 1999. 



Marina Segedi (Pencak Silat) 


Mantan atlet pencak silat Marina Segedi mempersembahkan medali emas saat SEA Games di Filipina, 1981. Selepas pensiun menjadi atlet Marina harus berjuang keras membanting tulang dengan berprofesi menjadi sopir taksi. Akhirnya ia menerima penghargaan dari pemerintah tahun 2013. 



Ellias Pical (Tinju) 


Mengharumkan nama Indonesia di ajang tinju sejak kemenangannya di Kejuaraan OPBF pada 19 Mei 1984, Pical berhasil menjadi petinju profesional pertama Indonesia yang berhasil meraih gelar Internasional di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, petinju yang gantung sarung pada 1989 ini mulai dilupakan. Bahkan pada 2005 ia sempat tersandung kasus kriminal ketika menjadi satpam sebuah tempat hiburan. Di kemudian hari Pical direkrut sebagai staf di KONI. 



Denny Thios (Angkat Besi)


Denny adalah Juara Dunia Angkat Besi Era 90-an asal Sulsel. Beragam prestasi diukirnya, antara lain tahun 1990 meraih medali emas kejuaraan angkat berat Asia di Taiwan, meraih perunggu kejuaraan dunia di Belanda dan Australia tahun 1990, serta tahun 1993 meraih emas kejuaraan angkat berat dunia di Swedia. Setelah pensiun namanya seolah kian hari kian tenggelam dan kini hanya dikenal sebagai pemilik bengkel las.

Referensi : Sindonews
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

OFFICIAL WEBSITE TUH